Kancil vs Siput

Pada suatu hari di hutan Black Forest tinggallah seekor kancil yang sedang memakan mentimun bersama sahabatnya, siput.
“Hei, put. Kamu kok makan mentimun juga?” Tanya kancil.
“Biarin, emang kamu aja yang bisa? Aku juga bisa.” Kata siput sedikit sombong.
“Lho kok nadamu nyindir? Kamu kan siput, nggak memakan mentimun. Kamu itu salah, bertobatlah…”
“Hei siapa kamu ngatur-ngatur! PLAKKK!!” Siput menampar kancil.
“Siput!? Durhaka kamu! Aku ini ibumu!”
“Hah! Berisik!”
Kemudian siput mati, tenggorokannya tersangkut wortel. Ketika akan dikubur, dari tubuhnya keluar belatung.
Itulah cerita Rahasia Ilahi 99, kuburan siput berbelatung…

Ini bukan sinetron Indonesia kan?
Iya…

Hmmm…
A lot of people spell HMMM with three mmm’s.

Argh! Mari kita mulai dengan cerita yang sebenarnya.

Kancil dan siput adalah teman baik, mereka saling tolong menolong. Ketika rumah siput terkena tsunami, kancil membuatkan rumah anti tsunami. Ketika kancil tertimpa pesawat jatuh, siput mengobati kepalanya yang luka. Bisa dibilang mereka setali dua uang, artinya bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian.
Tetapi pada suatu hari mereka mengalami konflik. Hal itu karena mereka berebutan untuk menjadi pacar gajah yang cantik.
“Hei siput, kamu itu kecil sekali! Jangankan memeluknya, menyentuhnya saja kau pasti terinjak!”
“Dasar kancil! Kau pikir kamu itu apa!? Bahkan itumu tidak bisa dimasukkan dalam itu gajah!”

“Eh, maksudnya kakimu tidak bisa dimasukkan dalam kandang gajah.”
Lho apa hubungannya?
“Argh! Pokoknya itu bukan itu seperti yang ada dalam pikiranmu itu!” Siput emosi.
“OK, kita nggak usah berteman lagi!”
“Baik, tapi untuk menjaga sportivitas, gimana kalau kita berlomba? Kita balapan, siapa yang sampai duluan di belakang hutan dia yang menang!”
“Hah! Kamu tuh lemot! Kalau diumpamakan komputer, kamu bagai menjalankan rendering 3D pada memori 1 byte!”
“Hah ngomong apa kamu! Kakimu bahkan tak bisa digunakan untuk berlari! Nggak eksponensial!”
Eh, maksudnya proporsional kan?
“Argh! Pengarang diam saja! Ngapain nulis cerita ini?! Sana bobok sama mama!”
Huaaa… Mama! Siputnya nakal…

Ehem…
Di lain tempat, dua sahabat kelinci dan kura-kura sedang berjalan-jalan.
“Eh kura-kura, kalau dilihat-lihat rumah kamu tuh nggak ada ventilasinya… Lagian feng sui-nya jelek…” Kelinci menyindir kura-kura.
“Eh kelinci, lu pikir gue nggak tahu kalau kamu tidur di dekat septik tank.” Kura-kura gantian menyindir.
“Eh lu berani ama gue?!”
“Lu duluan yang ngajak berantem, coy!”
“Eh, gue kan ngomong gini kayak kancil sama siput!”

Kelinci tersadar.
“Hei, siapa kancil dan siput itu, pasti provokator!”
“Iya, ayo kita labrak!”

Kelinci dan kura-kura menemui kancil dan siput di kafe khee-wan.
“Hei, mana yang namanya kancil!”
“Siput juga! Mana dia!” Kura-kura menambahkan.
Kancil dan siput yang sedang mabuk karena minum air comberan menjawab.
“Eh siapa kamu?! Berani-berani membentakku!”
“Iya kamu juga yang punya rumah ijo!” Siput menambahkan.
“Kalian telah merusak persahabatan kami! Kami nggak terima! Ayo kita balapan menyusuri hutan!”
“Eits nggak bisa! Aku dan siput sudah janjian dulu!”
“Kalu gitu kita bikin turnamen! Kancil lawan aku (kelinci) dan siput lawan kura-kura!”
“OK! Siapa takut?! Tapi kalo gitu judul ceritanya diganti!”

BLACK FOREST RACING TOURNAMENT 2005
SPONSORED BY: KHEE-WAN CAFE

Esoknya…

KELINCI VS KANCIL

Kelinci Bunny (19 tahun)
Berat: 70 kg
Tinggi: 173 cm
Jangkauan: 70 cm
Rekor: 5 main - 4 KO, 0 seri, 0 kalah
Sasana: Welter’s Wortel

Kancil FC
Pelatih: Mouse Deer
Formasi: 4-3-3

Kelinci dan kancil sudah bersiap-siap.
“Hei kancil, kakimu nggak profesional.”
Proporsional… Tapi mending lah…
“Aku nggak ngomong dengan hewan yang hidup di dekat septik tank.”
“APA?! Kamu diajari sama si kura-kura sialan itu ya?”
“Kamu juga kan?! Si siput itu pasti mempengaruhimu.”
“Huh, itu nggak penting! Lihat saja, kau pasti kalah!”
“Kalah menang kamu cuma hewan septik-tank!”

Lomba akan dimulai 1… 2… 3!
Yak kancil mulai melesat melewati baris pertahanan lawan, menggiring-giring bola dia, umpan ke temannya. Oh! Rupanya umpan satu dua… Ditendang! Sayang sekali bola mengenai mistar gawang kelinci…
Kelinci mulai melakukan balasan, dia melakukan hook kiri dan mengenai pelipis kancil. 2 pukulan uppercut! Tidak masuk… Kancil berhasil melakukan pertahanan dengan sangat baik…

Ah biarkan saja…
Kancil dan kelinci seimbang, tetapi mereka mulai kelelahan…
“Ugh aku nggak boleh kalah dari kelinci! Aku harus berusaha…”
Tiba-tiba dari belakang terlihat gerombolan petani membawa obor dan arit, berlarian.
“Itu malingnya! Bakar!!!”
Ternyata mereka mengejar kancil.
“Hei! Tunggu! Apa salahku!”
“Kamu mencuri mentimun!”
“Apa?! Bohong! Mana buktinya?!”
“Ini dia!”

KANCIL MENCURI TIMUN

Kancil mencuri mentimun pak tani ketika pak tani sedang enak-enak tidur.

Selesai.

“Argh! Cerita apa itu?! Fiksi! Bohongan!”
“Apa kamu kira SK itu nyata?! Dasar lemot!”

Apa SK itu tidak nyata? Mari kita renungkan…

Kancil dikejar-kejar para petani dan berhasil tertangkap dan diarak keliling desa.
“Hahaha! Dengan begini aku yang menang!” Kelinci tertawa riang.

Tiba-tiba datang pasukan kartu…
“Hei kelinci putih, kamu diperintah ratu hati untuk membalik telapak tangannya!”
“Hei aku bukan kelinci putih! Ini bukan Alice In Wonderland! Coba kamu lihat judulnya!”

Judul: KELINCI VS KANCIL

“Lagipula mana ada orang membantu membalikkan telapak tangan?! Aaneh!”
“Apa kamu kira SK itu tidak aneh?! Dasar lemot!”

Apa SK itu aneh? Mari kita renungkan…

Kancil dan kelinci didiskualifikasi karena meninggalkan cerita. Kini beralih ke kura-kura dan siput.
Tiba-tiba datang tiga orang anak kecil, mereka melempari kura-kura dengan batu.
“Hei apa-apaan ini?! Hentikan!”
Tiba-tiba ada orang yang menolong kura-kura itu…
“Hei kura-kura, ayo kita ke istana laut.”
“Hah? Siapa kamu?”
“Aku Urashima Taro. Seharusnya kamu mengajakku ke istana laut.”
“Istana laut? Mana ada?! Dasar garing!”
“Apa kamu kira SK itu tidak garing?! Dasar lemot!”

Apa SK itu garing? Mari kita renungkan…

Dan tinggallah siput…
“Untungnya aku nggak ada di cerita lain… Apa ada ya?”

Searching…

0 stories found.
“Hore! Aku aman!”
Dan datanglah gajah yang ditaksir siput.
“Siput sayang! I LOVE YOU! YOU ARE MY HERO!”
“AAAARGH! Tolong!”
“Lho gimana sih kamu? Kamu kan bilang suka aku?”
“ARGH! Kenapa aku bisa bilang suka kamu? Menyesatkan!”
“Apa kamu kira SK itu tidak menyesatkan?! Dasar lemot!”

Apa SK itu menyesatkan? Mari kita renungkan…

Dan tidak ada yang tersisa, mau gimana lagi?
“Dan pemenangnya adalah…”
“…”
“Lupakan.”

Yah begitulah keadaannya.
Ternyata semuanya benar, tidak nyata, aneh, garing, dan menyesatkan…

Leave a Comment