Annie adalah seorang mahasiswi perguruan tinggi yang cukup terkemuka di Skypolis. Annie cukup dikenal oleh banyak orang di lingkungan sebagai seorang mahasiswi yang aktif, kreatif, dan bersahaja. Selain itu dia selalu menempati rangking-rangking atas di kampusnya. Cewek 19 tahun ini sungguh aktif dalam bergaul sehingga tidak heran dia memiliki banyak teman.
Annie berjalan melintas lorong menuju kelas Mrs. Sarah. Hari ini memang hari pertama untuk kelas Mrs. Sarah, tentunya Annie tidak ingin melewatkan pertemuan pertamanya dengan Mrs. Sarah. Selain itu Mrs. Sarah dikenal sebagai dosen yang disiplin dan tepat waktu, sehingga bagaimanapun juga Annie kemudian mempercepat langkahnya.
Tiba-tiba, ponsel Annie berdering tanda SMS masuk. Annie kemudian membuka sambil mengusap keringat yang cukup membasahi dahinya.
“Oh ini dari Zara”, guman Annie. Cepat-cepat dibukanya pesan singkat tersebut.
- Ann, tolong izinin ak ya.Ak ga bisa msuk kuliahnya Mrs.Sarah.Plis deh.Thx banget -
Annie terhenyak, ia tidak tahu bagaimana cara menolaknya. Annie tahu betul Mrs. Sarah juga tidak dapat mentolerir keabsenan mahasiswa apapun alasannya. “Sorry Zara, aku tidak bisa membantumu…”, ucap Annie dalam hati. “Bagaimanapun juga, aku tidak bisa mengorbankan kuliahku kali ini”. Annie kemudian memasukkan ponselnya ke dalam saku, dan kembali berjalan.
Akhirnya Annie tiba di depan pintu kelas, dan secara perlahan membuka pintu kelas. Semua orang dalam kelas kemudian menatapnya. Annie menunduk dan segera mengambil tempat duduk. Annie tidak melihat Mrs. Sarah, dalam hati kecilnya Annie bernafas lega. “Yosh, aku tidak terlambat!”, Annie sambil tersenyum.
Mrs. Sarah sepertinya terlambat hari ini. Annie merasa sedikit kecewa lantaran sia-sia ia tadi berjalan cepat. Namun rasa kecewanya kemudian tertutupi oleh kehadiran seseorang masuk ke dalam kelas. “Selamat siang kelas!”, sahut orang itu. “Selamat siang, Bu!”, anak-anak serentak. “Oh, orang itu to yang namanya Mrs. Sarah..”, Annie dalam hati. Mrs. Sarah berpenampilan cukup menarik, dia menggunakan setelan jas warna hitam, dan menggunakan kacamata minus. Mrs. Sarah kemudian duduk di tempat duduk dosen. “Hari ini kelas pertama kita bukan?”, sahut Mrs. Sarah ramah. “Iya, Bu!”, anak-anak kembali serentak. “Baiklah, ini rancangan kuliah kita untuk semester ini kedepan.”, Mrs. Sarah sambil membuka slide presentasinya di komputer proyektor yang disediakan di ruangan kelas.
Annie mengambil alat tulisnya dan mencatat segalanya dalam presentasi itu. Annie menyadari tulisannya berbeda dari semester lalu, maklumlah hari ini adalah hari pertama dia masuk kuliah setelah 2 bulan libur. Yang pasti selama liburan dia tidak pernah menyentuh alat tulis. Tak heran tangannya sedikit kaku.
—-
“… Ada yang di tanyakan?”, tanya Mrs. Sarah pada kelasnya sambil mengedarkan absensi. Annie tiba-tiba teringat pesan singkat dari Zara yang diterimanya tadi. Peluh keringat kembali membasahi pundaknya.
“Apa yang harus kulakukan…”, sahut Annie dalam hati. Dia kembali cemas memikirkan sahabatnya itu. Tepatnya telah 2 tahun Annie berkenalan dan berteman dengan Zara. Mereka berkenalan ketika pertama kali menginjakkan kakinya di kampus yang sekarang mereka tempati tersebut ketika masa orientasi mahasiswa baru. Annie kemudian memilih untuk melupakan sejenak masalah itu dan melanjutkan mendengarkan kuliah.
Annie kebingungan, mau mengabsenkan, tapi kalau ketahuan bisa bahaya. Bisa-bisa ia dimarahi Mrs. Sarah, disuruh keluar, berlari mengelilingi lapangan golf di dekat kantin, atau yang paling parah, ia… terlalu menakutkan untuk diceritakan…
…
Sungguh menakutkan…
Jangan memintaku untuk menjelaskan, menakutkan!
Menakutkan!
Hei, sudah kubilang jangan memintaku menjelaskannya!
Bisa diam nggak!
Hei!
Kemudian penulis dan pembaca beradu komentar sejenak, Annie melihatnya dengan pandangan mata kosong.
“Annie, lihat apa kamu!”, tanya Mrs. Sarah.
“Ah, nggak Bu!”, Annie agak ketakutan.
“Kamu tahu kan saya ini galak?”, Mrs. Sarah marah.
Seisi kelas sunyi…
Ada yang tidur, ada yang main GBA, ada yang mbikin manga, nonton film sambil pakai headphone, dan lain-lain.
“Lihat teman-temanmu itu! Mereka semua diam, nggak kayak kamu!”, Mrs. Annie, eh Mrs. Sarah marah-marah sampai mukanya merah darah kayak sapi perah.
“Tapi saya kan nggak ramai, Bu…”, Annie mengelak.
“Sudah, diam! Kita lanjutkan kuliahnya.”, kemudian kuliah berlanjut…
Tiba-tiba HP Annie bereaksi, ada SMS masuk.
“Dari Zara…”
Isi SMS tersebut:
- Sudah kamu absenkan belum? Plis deh, aku sibuk sama pacar aku ini. Kita sedang bikin a*ak -
“What!?”, Annie terkejut.
Tiba-tiba ada SMS masuk lagi.
- Jangan ngeres kamu, kita bikin arak! -
“…”, Annie merasa heran… Apa dia salah forum?
Tapi ia kasihan dengan Zara. Zara sangat sibuk sampai-sampai tidak bisa masuk kuliah.
Buku absen sampai ke tangan Annie, apakah yang akan dia lakukan?
Mrs. Sarah menjelaskan mengenai Kriteria Penilaian. Ternyata Kehadiran mendapatkan proporsi 70%. Jauh lebih besar dari nilai UAS. “Baiklah Zara, kali ini aku akan membantumu”, pikir Annie. Dia dan Zara sudah cukup lama berteman dan bukan kali ini saja Zara tidak masuk kuliah. Hal ini terjadi sejak beberapa semester lalu sampai-sampai Annie sudah terbiasa mengabsenkan sahabatnya yang satu ini.
“Bagaimana anak-anak?,ada pertanyaan mengenai penilaian?”, kata-kata Mrs. Sarah menyadarkan Annie dari lamunannya. Absensi sampai ke tangan Anna. “Dan perlu diingat, saya benci dengan ketidakjujuran. Jadi jika ada yang memalsukan absensi, jangan harap bisa lulus dari mata kuliah apapun yang saya ajar”, kata Mrs Sarah dengan tegas. annie kaget sekali mendengar kata-kata itu. Selama dua tahun terakhir, mata kuliah yang satu ini selalu diajar oleh Mrs. Sarah.
Keringat Annie kembali bercucuran.. Kini telah membasahi seluruh tubuhnya. Tak ayal lembar absensi pun terbasahi oleh keringat Annie hingga luntur. Sontak seluruh mata di dalam kelas tersebut terpaku kepada Annie. “A.. Ada yang salah…???”, tanya Annie gemetar. “Tentu saja!! Liat apa yang kamu lakukan!!?”, kata teman sebelahnya setengah berteriak. “Sa.. sa.. ya min.. min.. ta… ma.. maa..”, Annie terkulai lemas sambil berusaha mengucapkan sepatah dua kata. “ANNIE!! KAMU MINTA APA????”, tiba-tiba Mrs. Sarah berteriak.
“Saya min… min… ta… ma..kan, sudah dua hari ini saya belum makan bu” , sahut Annie dengan melasnya. “Adik-adik saya sudah sebulan belum bayar spp, ibu saya di rumah sakit parah”, tambahnya. Seluruh kepala di dalam kelas kini tertunduk, ada yang baca komik, mbales sms, dan ada yang ketiduran. Mrs. Sarah mendengarkan kisah Annie yang menyedihkan, tentang bagaimana Annie tidak mampu beli pulsa ketiga HP barunya, dan porschenya yang sudah seminggu ini belum dibawa ke salon mobil.
“Beep.. beep… beep”, tiba-tiba terdengar bunyi HP.
“Bib.. bib.. bib…”, Suara tersebut terus berbunyi. Semua mata di kelas kembali menatap Annie. “Eh.. bukan ponsel saya…”, sahut Annie gemetar. Benar saja, suara tersebut ternyata bukan berasal dari tas Annie.. suara tersebut berasal dari luar kelas!
Suara tersebut semakin keras saja. Hingga membuat segala suara normal lain tidak terdengar dengan baik. Suara bib-bib-bib tadi kini terdengar seperti nging-nging-nging. Semua orang dalam kelas kini panik, termasuk Annie dan Mrs. Sarah. Kelas kini menjadi sangat mencekam. Orang-orang berteriak kesana kemari, saling bersahut-sahutan.
Kelas kini bergetar, bergoyang-goyang, entah darimana asalnya getaran tersebut. “Oh my god..”, ucap beberapa orang. Suasana kini semakin kacau! Anak-anak menangis bersama. Mrs. Sarah berusaha menenangkan murid-muridnya. Namun tidak ada yang mendengarnya karena suara yang memekakkan telinga itu. Berbagai aktifitas dilakukan dalam kelas itu, mungkin mereka menganggap sudah tidak ada harapan hidup lagi sehingga mereka melakukan berbagai kegiatan selagi masih ada waktu. Ada yang makan, ada yang ngerokok, ada yang membanting kesana-kemari ponselnya, ada yang merobek-robek buku, ada yang menulis surat wasiat–mungkin untuk pacar atau orangtuanya, bahkan ada juga yang menjambak-jambak rambut Mrs. Sarah.
Tiba-tiba saja, pintu kelas terbuka, dan beberapa orang berpakaian hitam masuk kelas. Orang-orang tersebut berpakaian jas hitam, berdasi, dan berkacamata. Mereka kemudian meraih Mrs. Sarah, kemudian membawanya pergi. “Ahhh mo dibawa kemana saya…!!!”, teriak Mrs. Sarah, namun tidak ada satupun yang melihatnya bahkan mendengarnya. Mrs. Sarah akhirnya pergi bersama orang-orang tersebut. Tidak ada satupun yang melihatnya kecuali Annie yang dari tadi terinjak teman-temannya sehingga dia tidak bisa melakukan tindakan apapun menyelamatkan dosennya tersebut.
“Ti.. tidak…”, teriak Annie sambil beruari air mata.
Dengan susah payah Annie merayap diantara [kaki-kaki temannya/kaki teman-temannya/kaki-kaki teman-temannya] tapi betapa kuatnya Annie meronta membebaskan diri, tidak ada yang bisa melihatnya terinjak-injak (ternyata bukan Mrs. Sarah dan Gerombolan berjubah hitam itu saja yang tidak terlihat oleh orang lain). Air matanya terus terurai sampai akhirnya……
“BRAK”, satu temannya mulai terpeleset genangan air mata Annie. Annie bergegas mengejar Mrs. Sarah untuk menyelamatkannya selagi mereka belum menghilang dari pandangannya.
“Genangan air dari mana ini”, kata teman A, tokoh tidak penting yang terjatuh karena air mata Annie.
“Ada sumber air di kelas ini!!!”, anak-anak di kelas ini mengeluarkan cangkul, bor, pacul, dan ember dari dalam tasnya dan mulai menggali lantai kelas. Ada yang merasa aneh dengan cerita ini? benar sekali, ember tidak dapat digunakan untuk menggali.
“Tunggu dulu, airnya asin”, sahut teman B, salah satu tokoh nggak penting lainnya. tidak jelas apakah dia seorang jenius karena menyadari kenyataan ini ataukah seorang idiot yang mencicipi genangan air di lantai.
“Tsunami!!!!!”, kelas yang tadinya kegirangan karena menemukan mata air kembali panik.
Lalu bagaimana dengan Annie, sang tokoh utama yang keluar dari cerita karena digantikan oleh tokoh-tokoh tidak penting tadi?. Penulis tidak melupakannya, Annie tetap muncul dalam cerita tadi. Dia yang mengatakan ‘Ada sumber air di kelas ini!!!’.
Lho, katanya tidak ada satupun yang bisa melihatnya bahkan mendengarnya. Sabar dulu, di atas cuma disebutkan ‘tidak ada yang bisa melihatnya’.
tapi masalah ini sudah selesai jadi tidak perlu ada pembahasan lagi, no offense lho.
“Oh ya, aku harus mengejar Mrs. Sarah. Tidak ada waktu untuk menggali kelas”, Annie melepaskan pacul dalam genggamannya. Kenapa Annie ikut menggali? Apakah dia terkena imbas euforia juga? harusnya kan dia udah tau kalo itu air matanya sendiri?. Sudah saya bilang masalah ini sudah selesai jadi tidak perlu ada pembahasan lagi, sekali lagi no offense.
Annie bangkit berdiri dan bergegas menuju plasa.
“Brak, brak, brak!!!”, berulang kali Annie berusaha keluar dari kelas tapi ada semacam penghalang tak terlihat yang menghalanginya.
sebenarnya Annie menabrak pintu, tapi tidak ada satupun yang tidak melihatnya kecuali Annie. Siapakah nya yang dimaksud pada kalimat di atas? pintu yo, harusnya apakah bukan siapakah. Lho, ini kan bukan forum Bahasa Indonesia, apalagi forum yang sering berganti nama itu.
===============================================
Bisakah Annie mengejar Mrs. Sarah?
Apakah mata air tersebut benar-benar ada?
Akankah forum misteri berganti nama lagi?
apakah masalah yang sudah selesai jadi tidak perlu ada pembahasan lagi itu benar-benar sudah selesai dan tidak perlu ada pembahasan lagi atau belum selesai tapi tidak perlu ada pembahasan lagi atau malah sudah selesai tapi perlu dibahas lagi atau justru belum selesai dan perlu dibahas lagi atau anda malah bingung dengan pertanyaan ini?
===============================================
Annie berpikir kalau ini terlalu absurd. Mata air, benda tak terlihat, pria berbaju hitam, kuliah, semuanya absurd!
“Ini pasti hanya mimpi,” Annie berpikir secara logis.
“Katanya kalau pipinya dicubit seseorang dan nggak sakit, berarti dia berada di dunia mimpi.”
Kemudian Annie berdiri dan mencari seseorang yang bisa mencubitnya.
“Teman-teman!!!” Annie berteriak, tetapi kelihatannya tidak ada yang menghiraukan. Teman-teman Annie masih dalam keadaan panik.
“Aduh Aduh Aduh!” Annie diinjak-injak temannya.
“Brak!!!” Annie terkena kursi yang terlempar ke arahnya.
“Dak!!” Annie terkena papan tulis yang terlempar ke arahnya.
“AAA!!!” Annie terkena temannya yang terlempar ke arahnya.
Keadaan sudah mulai terkendali, teman-teman Annie semuanya telah menghilang. Annie hanya sendiri di kelasnya. Tiba-tiba ada suara pintu digebrak.
“BRAK!!” Sesosok wanita mengerikan terlihat.
“ANNIE!!”
Annie menoleh dengan segenap tenaganya yang tersisa.
“Mrs… Sarah?”
“Ya, ini Mrs. Sarah. Berani-beraninya kamu belum pulang sementara kuliah masih berlangsung.”
“Ya kan memang harus begitu?” Tanya Annie.
“Kamu nantang ya!” Hardik Mrs. Sarah.
Kemudian suasanya menjadi hening.
“Mrs. Sarah… Aku sudah cukup bersabar… Anda selalu memarahi saya, saya bisa terima. Anda selalu menghukum saya, saya bisa terima. Tapi…”
Terdengar suara biola yang sendu.
“Tidak untuk kali ini!” Annie berteriak dan menangis.
“Annie? Kenapa?” Mrs. Sarah bertanya kepada Annie.
“Aku sudah tidak tahan! Mengapa kamu (lebih kasar daripada anda) pergi bersama laki-laki berbaju hitam itu?”
“Eh?” Mrs. Sarah bingung.
“Kamu masih ingat kan ketika kita masih sekolah di SD dulu? Kamu menyelamatkanku dari preman dan kamu berjanji untuk selalu melindungiku?”
“…”
Keadaan kembali hening.
“Sejak saat itu… Aku… Aku…” Annie berkata sambil terisak-isak.
========================
WARNING: Adult material!
========================
“Aku menyukaimu Mrs. Sarah!”
“Annie? Apakah… Itu benar?” Mrs. Sarah tidak percaya.
Annie tetap terdiam.
“Annie, aku nggak bisa bersikap baik di hadapan teman-temanmu, aku nggak mau dibilang ada apa-apa diantara kita… Tetapi, sebenarnya aku…”
“Mrs. Sarah?”
“Aku juga menyukaimu, Annie.”
“Benarkah?! Kalau begitu ayo kita menikah, Mrs. Sarah!”
“Apa? Baiklah…”
Mereka berdua terlihat tersipu-sipu.
“Tapi aku menyiapkan mentalku dulu ya?”
Mrs. Sarah tersenyum sambil mencubit pipi Annie.
“Lho?” Annie heran.
“Ada apa Annie?” Tanya Mrs. Sarah.
“Kok nggak sakit? Berarti…”
“KRINGGGGG!!!!” Bel pertanda kuliah berakhir berbunyi, kayak SMU saja.
“Apa!??” Annie terbangun, ternyata semuanya hanya mimpi, entah mulai kapan.
“Gawat, absennya, aku belum absen!” Annie panik.
Buku absensi sudah dibawa Mrs. Sarah.
“Mrs. Sarah! Aku belum absen!” Annie berlari menuju Mrs. Sarah.
“Apa!!?? Gimana sih kamu ini!? Baiklah…” Mrs. Sarah kembali ke kursinya.
“Lho… Kenapa Mrs. Sarah?” Tanya Annie.
“Karena kamu belum absen, mari kita ulangi kembali mulai dari \”Annie adalah seorang mahasiswi perguruan tinggi..\”"
“APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA????!!!”
Dan semua kembali seperti sedia kala.
“Lho, saya bilang kembali seperti sedia kala dan harusnya di awal cerita kamu tidak berteriak ‘APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA????!!!’ seperti itu”, bentak Mrs. Sarah.
“Tapi seharusnya tidak boleh ada bentakan dan kata-kata kotor juga”, Annie juga tidak terima.
“Kamu berani ngelawan ya!!!”, Mrs. Sarah menggebrak mejanya, menghampiri Annie dan mencubitnya dengan keras.
“Ditambah lagi hukuman fisik, saya tidak terima!!, akan saya laporkan ke……, tunggu dulu, kok cubitannya nggak sakit? jangan-jangan ini juga…..”, dan Anniepun kembali tersadar.
“Mimpi di dalam mimpi?, mana ada nested mimpi kayak gini, pengarangnya absurd deh”, kata Annie sambil mengusap kepalanya. Rupanya dia pingsan dalam usahanya menembus penghalang tak terlihat itu. Sementara itu teman-temannya berdiri ketakutan di pojok ruangan melihat pintu kelas yang berdebam keras seperti ditabrak sesuatu dari dalam.
Ada yang mengira itu perbuatan poltergeist, hantu, dan yang paling nggak masuk akal, ada yang mengira itu perbuatan Annie yang tidak tampak oleh mereka yang sedang berusaha keluar dari kelas tapi terhalang oleh pintu yang tidak bisa terlihat oleh Annie. betul-betul pemikiran yang absurd.
“Eh, tadi aku bilang pengarang? emangnya aku tokoh cerita!!!. pokoknya aku harus bergegas menyelamatkannya”, kata Annie yang tidak sadar bahwa dia telah menyebutkan salah satu kata terlarang.
“Kriet…”, pintupun terbuka. entah karena angin, karena annie telah menyebutkan kata terlarang, aatu karena penulis yang tidak mau berlama-lama tertahan di sini dan akhirnya Anniepun berhasil keluar dari ruang kelas itu. Kini Annie berada di plasa, berusaha mengejar gerombolan baju hitam.
“Beep… Beep … Beep”, lagi-lagi terdengar bunyi ponsel itu.
“Ah, pasti bukan ponselku. kan sebelumnya sudah dibilang bunyi itu berasal dari luar”, Anniepun tidak mempedulikan bunyi itu, getaran keras, tubuh-tubuh yang bergelatakan di garden, keramaian teman-temannya di kelas, dan gerombolan orang berbaju hitam yang terlihat membawa Mrs. Sarah dan menghilang di tikungan.
Tunggu dulu, bukannya Annie mengejar gerombolan itu?
Ralat, Annie mempedulikan gerombolan yang tadi terlihat berbelok di tikungan itu/Berbelok di belokan itu/ Menikung di tikungan itu/Menikung di belokan itu. Annie mengejarnya tapi kini mereka telah hilang dari pandangannya, entah menuju ke arah mana.
“Beep… beep.. beep”, lagi-lagi bunyi itu terdengar.
“Mengganggu sekali sih bunyi di luar itu”, Annie yang kehilangan jejak mulai jengkel.
“Tapi aku kan sekarang berada di luar? jadi itu bunyi ponselku donk?”, Lagi-lagi Annie menyadari hal yang absurd.
===============================================
Apa langkah Annie berikutnya? mengangkat ponsel? naik tangga? mengejar ke parkiran? atau mungkin malah mencari ke WC?
Segera ambil ponsel anda dan kirimkan dukungan Anda kepada Annie sekarang juga. ketik SK(II) spasi ANNIE dan kirimkan ke <beep… beep.. beeep> duh, bunyi itu lagi”
===============================================
Annie masih berada di plasa, ia nggak tahu harus kemana mencari gerombolan berbaju hitam. Mau ke garden, tapi jangan-jangan gerombolan itu ke parkiran, mau ke parkiran, tapi jangan-jangan gerombolan itu toilet, mau ke toilet, tapi ia nggak kebelet, jadi bingung.
“Bagaimana kalau minta nasihat orang lain? Tapi aku nggak melihat orang lain di sekitar sioi.”
Tiba-tiba dari tangga terlihat pria berbaju hitam berlari turun.
“Eh, sebentar mas, enaknya aku ke garden, parkiran, atau toilet ya?” Tanya Annie ke pria itu.
“Toilet!” Pria itu menjawab demikian.
“Wah, makasih mas.” Dan Annie pergi ke toilet.
Kemudian Annie pergi ke toilet dan melakukan hal yang biasanya dilakukan di toilet dan tidak dilakukan di tempat lain karena kalau dilakukan di tempat lain agak gimana gitu, ya nggak etis, ya nggak wajar, pokoknya gitu deh.
“Ah, lega… Sekarang kembali ke kelas.” Annie keluar dari toilet menuju ruang kelas.
Begitu ia sampai di pintu kelas, teman-temannya berhamburan keluar dan menginjak-injak Annie.
“Aduh, terburu-buru sekali sih! Kayak ada gerombolan berbaju hitam menculik Mrs. Sarah saja!”
Tiba-tiba Annie berpikir, ia teringat sesuatu.
“Ah iya! Aku ingat!”
Annie akhirnya teringat sesuatu yang menjadi topik utama dalam cerita ini.
“Aku harus mengisi daftar hadir untuk Zara!”
Ia bergegas berlari ke TU yang ada di lantai 2 dekat laboratorium Sistem Informasi.
Tunggu dulu, kok ada yang mirip?
Ah itu hanya perasaan kisanak saja.
Annie melihat ruangan TU terkunci. Kelihatannya juga nggak ada satu pegawai TU-pun berada disana.
“Aneh, kok nggak ada orang TU? Ini hal teraneh yang pernah kutemui.”
Kelihatannya sense of aneh Annie agak lain.
Annie kembali turun, ia nggak tahu harus bicara apa pada Zara. Ia belum mengabsenkan Zara (ia bahkan belum absen – dalam hal ini mengisi daftar hadir -). Ia berpikir pasti Zara marah sekali, ia takut kalau persahabatannya dengan Zara harus berakhir.
Kemudian air mata keluar dari kedua matanya yang biru (lensa matanya biru atau biru karena terlalu banyak diinjak-injak?), ia terduduk, ia ingin menangis sekeras-kerasnya tapi ia takut orang-orang yang sedang tertiduran (tergeletak) di garden terbangun. Ia mengambil ponselnya dan akan mengirim sms untuk Zara.
“Kepada teman baikku Zara, kita sudah berteman lama kan? Sejak awal masuk kampus ini kita selalu bersama. Kalau kamu ingin menonton film bioskop kamu selalu mengajakku, bahkan memintaku membayari tiketmu dan tiket pacarmu, dan dengan baik hati kamu mempersilahkanku pulang duluan karena aku nggak punya uang lagi. Ketika kamu belum mengerjakan tugas, kamu selalu ingat kalau aku pasti sudah mengerjakan tugas dan membacem tugasku. Aku tahu masih banyak lagi hal baik yang sudah kamu lakukan untukku dan aku belum bisa membalas satu kalipun. Hari ini kamu memintaku untuk mengabsenkan, aku tahu ini kesempatan besar untuk membalas kebaikanmu, tapi…”
Annie tidak bisa menahan tangisnya, ia nggak bisa menggerakkan jarinya untuk menekan keypad. Ia terlalu sedih.
“Maafkan aku Zara aku belum mengabsenkanmu.”
Kalimat itu adalah kalimat terakhir yang diketik oleh Annie. Dengan berat hati ia mengirim sms itu.
“Lho, kok nggak terkirim? Oh iya, aku kan nggak punya pulsa..” Annie baru sadar.
Ia termenung dan membayangkan hari-hari bahagianya bersama Zara. Sesekali ia terisak, tetapi ia tahu hal ini tidak menyelesaikan masalah.
“Beep… Beep… Beep…”, Annie terdengar bunyi itu.
“Ah bunyi itu, sudah lama aku tidak mendengarnya, aku sangat rindu bunyi itu.”
Annie kemudian mendatangi tempat dimana bunyi itu berasal, hal yang seharusnya ia lakukan dari tadi.
“Ah, bunyi itu kelihatannya berasal dari labprog.” Bunyi kelihatan?
Anehnya bunyi itu tidak bertambah keras meskipun Annie semakin dekat dengan labprog dan aku nggak yakin sistem pendengaran Annie bisa mendeteksi kalau bunyi itu datang dari labprog.
Annie kemudian membuka pintu lab, dan ia menemukan sesuatu yang sama sekali tidak ia duga.
“Apa??!!”
===============================================
Apakah yang Annie lihat di labprog? Apakah asal bunyi itu berasal dari lab?
Apakah ia melihat Mrs. Sarah? Apakah ia melihat Zara? Apakah ia melihat pria itu?
Apakah ia melihat Mrs. Sarah dan Zara? Apakah ia melihat Zara dan pria itu?
Apakah ia melihat Mrs. Sarah dan pria itu? Apakah ia melihat mereka bertiga?
Apakah ia melihat himpunan kosong?
Nantikan kelanjutan kisah Annie yang mengharukan, menegangkan, dan membingungkan.
Bagaimana ending cerita ini? Kapankah ending cerita ini? Akankah ada ending?
===============================================
Annie sama sekali tidak menduga kalau… DI LABPROG ADA WORKSHOP!
“Apa-apaan ini? Kok laboratorium mahasiswa dipakai workshop? Lalu aku harus ke lab mana?”
Annie kemudian mencari lab lain yang kosong.
“Argh semua lab penuh! Bagaimana tugasku bisa selesai kalau seperti ini?”
Kemudian Annie ke plasa sambil ngedumel karena semua lab penuh. Tetapi bukannya Annie ke lab untuk… Ah sudahlah.
Annie kembali termenung, nggak tahu lagi merenungkan apa, state-nya nggak jelas. Tidak lama kemudian terdengar sesuatu.
“Beep… Beep… Beep…”
Annie memindahkan perhatiannya ke bebunyian itu.
“Bunyi itu indah sekali. Aku tidak pernah mendengar bunyi seindah itu.”
Annie kemudian menghampiri asal bunyi itu, yaitu di parkiran. Kemudian, betapa kagetnya Annie. Annie melihat orang naik sepeda motor.
Kenapa harus kaget kalau hanya sepeda motor?
Bukan sepeda motor biasa, tetapi sepeda motor ini mirip UFO.
Mirip UFO? Maksudnya?
Ya… UFO. Sepeda motor itu berbentuk piringan, tidak ada rodanya, bisa melayang, ruang kontrol di dalam piringan.
Ya itu namanya UFO, bukan sepeda motor.
=================================
Kemudian dimulai bagian seriusnya
=================================
Annie terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa. UFO itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang. Di sekitar UFO itu mendarat sangat sepi. Kampus Annie benar-benar seperti kampus mati.
“UFO…”
Annie terus memandangi UFO itu sambil sesekali meneteskan air liur. Bukan, bukan karena ia pemakan UFO atau apa, tetapi lebih ke ekspresi terkejut.
“Apakah kau yang bernama Annie?”
Tiba-tiba dari UFO keluar wanita yang sangat cantik.
“I… Iya… Kamu siapa?”
“Kamu tidak perlu tahu hal itu sekarang. Aku hanya ingin melihatmu setelah sekian lama.”
Mata Annie dan wanita itu bertatapan cukup lama.
“Kamu tahu Relica?” Tanya wanita itu ke Annie.
“Relica? Bukannya itu nama sebuah cerita tanpa akhir dimana ada seorang gadis bernama… Duh lupa namanya. Intinya dia selalu mengalami hal aneh seperti perkuliahan yang aneh, dosennya diculik, ketemu UFO…”
“Sudah! Kamu tidak perlu berspoiler seperti itu. Yang kumaksud bukan cerita itu, tetapi ini mengenai Relica.”
“Apa itu Relica?”
“Relica adalah suatu peradaban luar angkasa. Dulu peradaban itu pernah berbaur dengan peradaban bumi. Sayangnya banyak manusia bumi yang menyalahgunakan peradaban itu sehingga mengakibatkan bangsa Relica diusir dari bumi ini.”
Annie mendengarkan kata-kata wanita itu dengan seksama. Wanita itu bercerita panjang lebar mengenai Relica.
“Tidak usah cerita banyak-banyak. Bahkan seharusnya pengarang memfokuskan bikin cerita di forum lain. Mengapa kau memberitahuku ini semua?”
“Annie, sesungguhnya kau bukan manusia bumi.”
“APA!?!? Apa maksudmu?!”
“Um… Sebenarnya kamu adalah half-breed. Hasil perkawinan Relica dengan manusia bumi. Ayahmu adalah manusia bumi yang sekarang nggak jelas ada dimana. Sedangkan ibumu…”
“… Kau?”
Annie dan wanita itu terdiam. Wanita itu meneteskan air matanya. Ia tidak bisa berkata apa-apa.
“… Ibu?”
Annie mendekati wanita itu. Ia kemudian memeluk wanita itu dengan erat. Wanita itupun terlihat sangat merindukan Annie.
“Beep… Beep… Beep…”
Annie sadar, bunyi itu seperti menuntunnya untuk menemui ibu yang sudah lama tidak ditemuinya.
“Beep… Beep… Beep…”
Bunyi itu seperti memanggil-manggil Annie, Annie merasa sangat gembira saat ini.
“Annie… Annie… Annie…”
Bunyi itu benar-benar seperti memanggil-manggil Annie.
“ANNIE!” BLETAK!!
Sebuah marker melayang ke kepala Annie. Annie tersadar, kelihatannya ia tertidur. Ia melihat sekeliling dan ia menemukan UFO yang tadi, berarti ia tidak bermimpi, pikirnya.
“Annie! Berani-beraninya kamu tertidur saat kuliah!”
Annie melihat Mrs. Sarah, kuliah… dan UFO? Ia bingung, tetapi tidak lama, akhirnya ia sadar. Ia ingat kalau hari ini ada kuliah Sosio TI dengan dosen tamu dari luar angkasa. Dan ia juga ingat kalau topik yang dibahas adalah Sistem Informasi bangsa Relica.
Annie benar-benar tidak paham. Sejak kapan sebenarnya ia bermimpi? Ia kemudian melihat mailbox HP-nya dan mengecek apakah Zara mengirim SMS. Tapi tunggu dulu, sejak kapan ia punya HP? Sejak kapan ia punya teman bernama Zara? Dan sejak kapan ia duduk di bangku kuliah?
Annie kemudian terduduk dan merenung. Biarlah, mungkin ini juga hanya mimpi.
===============================================
Apakah ini endingnya? Ending yang aneh. Nggak tahu harus gimana, masak nggak
selesai-selesai. Apa mau dibuat seperti cerita Relica? Tapi bukannya judul
cerita ini Relica? Sudahlah…
===============================================

1 comment
Comments feed for this article
March 25, 2009 at 11:37 am
ewaru
ebuset! diremix XD
prasaan dulu nga gini deh relica aslinya :ngacir: