File II: Murderer from The Room

Homes dan Wattson dapet voucher menginap di hotel terkenal karena menang dalot (dark lottery) yang diadakan di pinggir jalan. Hotel itu sangat mewah, ada 50 lantai! Dan tiap lantainya ada 2 kamar! Dan tiap kamarnya berukuran 2 x 2 meter!

Homes (H): Wah sekali-kali nginap di hotel menyenangkan ya?
Wattson (W): Tapi voucher ini mencurigakan.
H: Nggak usah terlalu curiga deh, santai saja.
W: Firasatku tidak enak…

Kemudian mereka sampai lobby.

H: Mbak, pesan satu kamar, sesuai dengan voucher ini.
Resepsionis (R): Baiklah pak.
H: …
R: …
H: Mbak?
R: Apa?
H: Mana kunci kamar kami?
R: Kunci? Kamar? Maksud anda?
H: Lha kami kan mau menginap?
R: Menginap kan nggak harus tidur di kamar? Coba lihat Lab di FTIF seperti tertera di koran Sastra Kontempostrer ini, “CEWEK nginep di LAB”. Bukan harus tidur kan?
H: Lha jadi?
R: Ya ngerjain tugas, nggak cerdas anda ini.

Homes dan Wattson terdiam di lobby, yah beginilah kalau dapat sesuatu dari barang yang nggak halal. Tapi tiba-tiba terdengar suara teriakan.

Bell Girl (B): AAAAAA!
H: Hah!? Apa itu!? Nama forum?
W: Ayo kita kesana!
Setelah sampai di lantai 50 tanpa menggunakan lift, Homes dan Wattson melihat seorang Bell Girl pingsan.
H: Ada apa ini?
B: Ada pembunuhan!
W: Tunggu, anda kan pingsan?
B: Lha kalau saya nggak jawab kan salah, nggak cerdas anda ini. Sudah cepat periksa TKP!
H: Eee… Iya.

Di TKP terlihat seorang gadis yang terkapar, di lehernya terlihat bekas jeratan tali. Dan seperti biasanya, inspektur dan polisi-polisi datang.

Inspektur (I): Ada pembunuhan ya? Oh ada kamu Homes, pantas…
H: Apa maksud anda pak inspektur?
I: Ah nggak papa, kan kalo cerita detektif mesti gitu kan? Tapi ini kasus mudah, hotel ini memiliki kamera pengintai, jadi kita dengan mudah tahu siapa pelakunya. Polisi, serahkan DVD-nya.
Polisi (P): Baik pak.
H: DVD? Apa hasil rekamannya masuk ke DVD?
I: Ya iya lah, gak cerdas kamu ini. Sekarang format VCR dah kuno.
H: …

Kemudian DVD itu disetel, terlihat sesosok manusia berjubah hitam membawa kapak, kemudian dia membunuh korban dengan kapak itu.

H: Hei tunggu dulu, korban kan dijerat dengan tali!
I: Eh iya ya, aneh… Hmmm, alasan yang paling masuk akal hanyalah kamera pengintainya tidak mau merekam peristiwa pembunuhan di hotel ini, sadis. Jadi dia lebih memilih merekam film pembunuhan.
H: Hei hei hei, KEJADIAN DI FILM ITU LEBIH SADIS! Dan bagaimana kamera pengintai bisa merekam film itu?!
W: Homes, sepertinya aku pernah melihat film itu, film itu adalah dongeng anak-anak “Kisah penebang kayu”. Ceritanya setelah penebang kayu dapat kapak emas, perak, dan kapaknya, dia jadi pingin kapak mithril, orihalcum, ruby, sapphire, dan lain-lain. Karena itu dia membunuh banyak orang dan mencuri semua barang berharganya.
H: BAGAIMANA MUNGKIN CERITA SEPERTI ITU MENJADI DONGENG ANAK-ANAK?! Dan tunggu, bukankah itu film yang kubeli tadi siang? Ah ya, berarti yang ada di tasku adalah… Rekaman kameranya?!
I: …

Kemudian mereka melihat rekaman kamera yang asli. Terlihat sesosok orang berjubah hitam menjerat korbannya dengan tali dari belakang.

I: Pelaku sangat lihai, dia memakai jubah agar tidak tertangkap kamera…
H: Tapi ada yang aneh dengan korban…
W: Benar Homes, ini aneh. Korban terlihat akrab dengan pelaku, meski pelaku memakai jubah. Ketika korban lengah, baru dia membunuhnya.
P: Inspektur, kami menemukan petunjuk! Di dalam dompet korban uangnya berkurang 1 juta rupiah!
I: Hmmm, tapi darimana kamu tahu kalau uangnya berkurang?
P: Karena sebelumnya saya melihat korban membawa 1,5 juta rupiah di mall ketika dia jalan-jalan dengan pacarnya, dan mereka tidak membeli apa-apa.
H: Hei hei hei BAGAIMANA KAMU TAHU JUMLAH UANG DI DALAM DOMPET?!
P: Ah nggak penting, tapi saya rasa pembunuhnya adalah pacar korban, sebab dia tetap di mall sedangkan korban pulang duluan.
H: Bagaimana kamu bisa menyimpulkan hal itu?!
I: Itu karena polisiku cerdas, nggak kayak kamu. Ayo kita ke rumah tersangka!

Benarkah pacar korban pelakunya? Tunggu bagian akhirnya!

Sesampai di rumah tersangka, inspektur dan polisi langsung menggebrak (mendobrak) pintu tersangka dan mendapati rumah itu sudah kosong-melompong. Bahkan di dalamnya polisi menemukan tiket ke luar negeri.

H: Pelaku melarikan diri ke luar negeri, sial kita terlambat!
W: Tidak mungkin, tiketnya saja di sini. Bagaimana dia bisa pergi?
H: Ya! Benar sekali, ceroboh sekali dia!
I: Semua polisi, cari tersangka sampai dapat!
H: Inspektur, apa tidak lebih baik kita tunggu disini, pasti dia akan mengambil tiketnya!
W: Bagaimana kamu ini Homes, dia bisa dengan mudah beli tiket baru!
H: Wah benar!
I: Bodoh kalian semua! Tiket ini punya tersangka! Sebagai polisi yang baik kita harus mengembalikan benda ini ke pemiliknya!
H: Hei hei hei!

Polisi dengan cepat menyebar ke seluruh kota, dan seperti biasanya, ada yang di kafe, taman bermain, karaoke, warnet, rumah masing-masing untuk mencari tersangka, sambil melakukan pelacakan dengan cara browsing internet, menyanyi, atau tidur.

H: Sial! Kita tidak bisa mengandalkan polisi-polisi itu!
W: Aku ada firasat dia akan menghilangkan barang bukti di TKP!
H: Baik, ke TKP!

Sesampainya di TKP Homes dan Wattson menemui pria berjubah hitam, ya dia adalah tersangka sambil berusaha menjerat leher korban.

H: Berhenti!
Tersangka (T): Hei, siapa kamu?!
H: Kamu dituduh membunuh pacarmu sendiri!
T: Membunuh apa maksudmu?
H: Jangan berpura-pura bodoh! Dan kamu tertangkap basah ingin membunuh ulang korban!
Korban (K): Hei, jangan berkata begitu pada pacarku ya!?
H: … Lho, kamu masih hidup?
K: Ya iya lah, apa maksudmu aku dibunuh?
H: … Tapi…
T: Aku ingin memakaikan kalung ini pada pacarku. Sebenarnya tadi aku sudah membelinya, tapi ternyata kalungnya kekecilan, jadi ketika kukenakan, eh pacarku terjerat dan pingsan. Ya udah, aku kembali ke mall untuk menukarkan dengan yang lebih panjang.
H: … Lha tiket ke luar negeri itu?
K: Aku dan pacarku mau bulan madu ke luar negeri, dia sangat baik…

Tiba-tiba inspektur masuk.

I: Ini dia tersangkanya! Eh, ini tiketmu aku kembalikan.
T: Ah ya, wah terima kasih pak polisi.
I: Itu sudah tugas kami…
T: Baik, saya akan segera ke bandara bersama pacar saya. Selamat tinggal!
I: Selamat berbulan madu! Hati-hati!

Dan mereka memasuki mobil dan segera menuju bandara…

H: …
W: Sudahlah, ayo kita pulang.

TAMAT

Leave a Comment