File III: Administraitor

Seperti biasa, detektif kita Homes dan asistennya Wattson yang homeless mendapat voucher. Kali ini mereka mendapat voucher main game online “Third Life” gratis di sebuah warnet selama 1/4 jam. Homes tidak mau menyia-nyiakannya, ia pergi ke warnet tersebut.

Homes (H): Mas, saya mau main “Third Life” dengan voucher ini.
Administrator (A): Hmmm, baiklah. Anda bisa gunakan komputer nomor 1. Tapi ingat, koneksi internetnya mbayar lho.
Wattson (W): Apa?! Internetnya mbayar? Terus percuma dong pakai voucher?!
H: Hus, Wattson! Udah baik-baik dia memberi voucher gratis, nggak papa lah internetnya mbayar.
A: Ya, seharusnya anda bersyukur. Oh iya, biaya penggunaan voucher dua puluh ribu rupiah.
W: …

Akhirnya mereka main juga meski harus mbayar. Mereka main nggak lama, cuma 20 jam.

W: Hei Homes! Ini udah telat! Vouchernya habis dari tadi!
H: Walah, cuman telat 19 3/4 jam saja. Lihat, aku di game jadi orang kaya, aku punya rumah! Kita sekarang bisa tidur di kasur! Mau? Makanya, kamu juga join gih.
W: Duh, sudahlah. Aku mau keluar dulu.

Di warnet itu ada banyak yang main Third Life, 2 orang. Satunya Homes, satunya perempuan. Sayangnya perempuan itu terbunuh.

W: … Hei! Ada pembunuhan!!

Tiba-tiba banyak mobil polisi datang.

Inspektur (I): Siapa?! Siapa?! Siapa yang dibunuh?!
W: Eh, inspektur. Anu, ada wanita terbunuh di depan komputer.
I: Semuanya polisi berjaga! Jangan sampai ada yang kabur.
H: Lho, inspektur. Ada pembunuhan ya?
I: Hei kamu! Aku sering lihat kamu! Kamu residivis ya?!
H: Apa?! Bukan! Aku Homes!
I: Homes? Siapa? Kamu buronan ya?!
H: HOMES! SHERLOOK HOMES! DETEKTIF!
I: Detektif? Detektif yang dituduh memerkosa kliennya itu ya?!
H: Argh, bukan! Aku HOMES!
W: Inspektur, ini Homes partner saya.
I: Oh gitu ya Wattson. Kayaknya dia nggak bisa dipercaya.
H: Argh, bagaimana mungkin aku lebih tidak terkenal daripada Wattson? Sudahlah, dilihat dari keadaan korban, sepertinya dia dipukul dengan benda tumpul di bagian perut. Darahnya juga lumayan banyak gini.
I: Siapa saja tersangkanya?
H: Disini ada saya, Wattson, korban, dan admin warnet ini.
I: Begitu ya? Cepat panggil admin warnet ini!

Polisi memanggil semua admin warnet. Admin pertama yang di warnet, admin kedua yang lagi kencan di mall, admin ketiga yang sedang tidur, admin keempat yang lagi berlibur ke Paris, sampai admin jaman baheulah yang sudah meninggal juga.

H: Hei inspektur! Nggak semua admin gini kan?
I: Oh iya, kita nggak bisa memanggil orang yang sudah meninggal.
H: Eh, bukan gitu…
I: Sudahlah, salahnya sendiri ada pembunuhan nggak berada di TKP!

Semua tersangka sudah dikumpulkan, interogasi dimulai.

I: Anda berada di mana pada waktu kejadian?
A: Ya disini lah.
I: Anda mengenal korban?
A: Ya nggak lah.
I: Dasar! Kenalan gitu kek! Kan jadi enak kalau ditanya! Udah ah, admin ke dua!
Administrator 2 (A2): Saya dan pacar saya kencan di mall. Masak orang yang ada di mall jadi tersangka?!
I: Kayak nggak tahu polisi sini saja. Aku tahu! Kamu pasti cemburu dengan korban karena pacarmu selingkuh dengannya kemudian membunuhnya!
A2: Apa maksudmu!? Pacarku tuh cewek!
I: Apa? Masak sih cowok kayak kamu pacaran sama cewek?
A2: APA MAKSUDMU PAK INSPEKTUR!?!? KURANG AJAR!! Pokoknya… Pokoknya… Hiks… Eke nggak mau lagi kenal sama pak inspektur! Pak inspektur jahat!

Admin kedua pergi sambil terisak-isak.

I: Duh pemuda sekarang… Admin ketiga, dimana kamu pada waktu kejadian?
Adiminstrator 3 (A3): Tidur.
I: Nyenyak nggak?
A3: Lumayan sih…
I: Bagus, bagus, tidur memang baik buat kesehatan. Admin keempat!
Polisi (P): Maaf pak, admin keempat sedang berada di Paris.
I: APA!? Berani-beraninya dia! Ke Paris nggak ajak-ajak! Sudah, pokoknya dia yang jadi terdakwa!
H: Hei hei hei inspektur!!
I: APA!? Jangan ikut-ikut kamu! Ini masalah pribadi!
H: Eh… Anu… Aku tahu pelakunya!
I: APA!?

Homes sudah tahu pelakunya?! Tunggu bagian akhirnya!

I: Siapa Homes? Siapa pelaku pembunuhan ini!
H: Eh… Anu… Itu…
I: Apa maksudmu?!
H: Nggak, biasanya sih kalau cerita sudah sampai bagian “aku tahu pelakunya” aku benar-benar tahu pelakunya. Kok sekarang nggak ya?
I: Kamu main-main sama polisi ya?! Kurang ajar! Kamu kutangkap atas dasar pembunuhan berencana!
H: APA!?
Seseorang Misterius (SM): Tunggu dulu Pak Inspektur! Saya tahu pelakunya!

Seseorang yang misterius itu tahu pelaku yang sebenarnya, apakah ini berarti cerita Detektif Sherlook Homes diganti dengan cerita Detektif Seseorang Misterius?

SM: Nggak, aku nggak berminat jadi tokoh utama cerita yang rilisnya nggak jelas begini.
I: Siapa kamu sebenarnya?!
SM: Sudahlah, dilihat dari keadaannya, korban seperti terkena tusukan benda tumpul. Dilihat dari memarnya, benda itu sangat besar.
H: Benda yang besar?
SM: Benar, benda yang besar, bisa jadi gedung, rumah, mall, rumah sakit, atau mungkin gunung.
H: Hei, tapi masa benda itu digunakan untuk melukai korban?
SM: Ya nggak lah, dasar payah.
H: APA!?
SM: Nggak perlu kebanyakan APA, di warnet seperti ini kalian semua pasti tahu apa benda tumpul itu kan?
W: Komputer?
SM: Bukan.
H: Dua komputer?
SM: Bukan.
I: Tiga komputer?
SM: Bukan! Empat komputer juga bukan!
I: Lima komputer?
SM: Argh! Jawabannya adalah mobil!
H: MOBIL?!
I: Benar juga! Kalau kita berpikir mengenai warnet pasti berpikir mengenai mobil!
H: Bagaimana bisa?!
I: Dasar bodoh, di warnet kita kan surfing internet, dan surfing bisa pakai mobil.
H: Surfingnya beda! Lagian surfing nggak pakai mobil!
SM: Sudahlah, jadi begini, korban dibawa keluar warnet dan ditabrakkan dengan mobil. Jika kita tidak mengikutsertakan Homes dan Wattson yang tokoh utama, pelakunya sudah pasti…
H: Administrator!
I: Pengamen!
SM: Fu fu fu… Beginilah para amatiran berpikir… Pelaku sebenarnya adalah KORBAN ITU SENDIRI!!
H: APA!?
W: Bagaimana bisa?
SM: Semua itu sebenarnya sangat sederhana… Korban keluar dengan sendirinya dan menabrakkan diri pada mobil lewat.
H: Bunuh diri? Tapi apa sebenarnya motif korban?
SM: Korban tidak berniat untuk bunuh diri, ini semua disebabkan oleh ADMINISTRATOR, KAMULAH DALANG SEMUA INI!?
A: APA!?

Terlalu banyak kapital apa tanda seru tanda tanya di cerita ini.

A: Aku tidak bersalah! Aku sama sekali tidak mengenal korban!
SM: Apa iya? Kamu kenal dengan nama Ellen?
A: Ellen? Tidak mungkin… Jadi…
SM: Ya, korban adalah Ellen di dunia nyata!
A: APA!?
H: Siapa itu Ellen?
SM: Dalam permainan Third Life, korban dengan username Ellen ditabrak secara kejam oleh Administrator dengan username AdminIsTraitor menggunakan mobilnya.
W: Lha terus?
SM: Korban yang ditabrak di Third Life tentunya akan shock, dia merasa harus ditabrak juga di dunia nyata!
W: Hah? Bagaimana bisa?
H: Sudahlah Wattson… Aku bisa memahami perasaan korban.
A: Semua itu benar… Aku mengakui telah menabrak korban… Aku tidak sengaja menabrak korban yang sedang menyeberang. Setelah menabraknya aku juga tidak sengaja melindasnya, setelah itu tidak sengaja menyemburnya dengan asap knalpot, tidak sengaja membuang kaleng kosong tepat di mulutnya, dan tidak sengaja membuang tubuhnya ke tempat sampah.
I: Dasar kejam! Kamu ikut aku ke kantor polisi.

Kemudian kasus ditutup.

W: Bagaimana mungkin kriminal dalam dunia game diadili di dunia nyata?
H: Sudahlah Wattson, kamu tidak akan pernah mengerti… Tetapi yang tidak aku mengerti mengapa Seseorang Misterius mengetahui semuanya? Apa ini berarti aku akan menjadi pemeran pembantu?
SM: Holmes, kamu terlalu overestimate. Aku bisa mengetahui semua ini karena…

Blugh… SM tergeletak lemas. Kayaknya ia kehabisan darah.

H: Jadi… Dia…
W: Semuanya sudah jelas sekarang. Ayo kita pergi, Homes.

Dan Seseorang Misterius tetap dibiarkan tergeletak di TKP.

TAMAT

Leave a Comment