Peter Pan

Peter Pan merupakan seorang anak yang tinggal di Dunia Tidak Pernah. Ia senang berpetualang menantang maut, dan yang lebih dia senangi adalah mengajak orang lain untuk menantang maut bersama dirinya. Jadi, pada suatu malam ia memutuskan untuk mencari mangsa di dunia sebenarnya.
Maksud dunia sebenarnya?
Maaf, bukan dunia sebenarnya sih, tapi dunia yang diasumsikan sebagai entitas yang benar menurut teori dari dunia yang termasuk dalam ruang probabilitas cerita.

Kali ini setting berganti ke rumah keluarga Darling. Keluarga itu berisi tuan Darling, Nyonya Darling, ketiga anaknya, Wendy, John, dan Michael, serta seekor anjing bernama Nana. Suatu malam, Tuan Darling pergi keluar karena ia Darling (banDar maling), Nyonya Darling keluar untuk Darling (jualan telur daDar keliling), sementara Nana menjaga ketiga putra-putri Darling yang sedang tidur.
Meskipun Peter Pan tidak diundang, ia datang ke rumah keluarga Darling untuk ‘menculik’ Wendy, John, dan Michael (sebenarnya Peter Pan baik atau jahat?). Tapi ia menghadapi halangan besar, yaitu Nana. Beneran, Nana itu besar kok. Ia tidak kehilangan akal, ia telah menyiapkan daging steak lezat untuk memancing Nana keluar.
“Nana, tangkap!”
Dari pintu masuk Peter Pan melempar steak keluar jendela. Nana mengejar steak itu, termasuk Wendy, John, dan Michael.
“STEAK!!!”
Dan keempat makhluk tersebut jatuh dari jendela, mati.

Hei nggak boleh ada makhluk hidup yang mati di SK! Sadis!
Eh sebentar dulu, tadi belum selesai. Saya lanjutkan dulu.
Dan keempat makhluk tersebut jatuh dari jendela, mati, lampu rumahnya, mungkin kabelnya putus.

Terserahlah.

Peter Pan bingung, siapa yang akan diculik. Tetapi untungnya, ada anak yang mengenteng-nteng pagar rumah keluarga Darling.
“Wendy, kembaliin kaset Peterpanku dong!”
“Apa? Kasetku?! (Peterpan terdengar seperti Peter Pan) Nggak terima aku. Akan kubawa anak itu ke Dunia Tidak Pernah! (alasan aneh)”
Dan Peter Pan membawa anak itu terbang menuju Dunia Tidak Pernah.
“Waaa! Siapa kamu!? Turunkan aku! Ada apa denganmu!?”

Sepanjang perjalanan Peter Pan terusik dengan cerewetnya anak itu.
“Aargh! Berisik!”
Peter Pan menutup kedua telinganya dengan tangannya.
Jadi, yang megang anak tadi siapa?
“Aaaaaah! Aku jatuh!!! Kaki di kepala kepala di kaki!!”

Apakah Peter Pan bisa menyelamatkan anak itu?
Apakah pengarang mau meneruskan cerita ini?
Sudahlah, tak bisakah kau menungguku… :D

Kembali ke laptop, eh desktop.
BYURR! Teman Wendy jatuh ke laut, untungnya mereka sudah sampai di dunia tidak pernah (disingkat saja, neverland - tapi bukannya itu dalam bahasa inggris? Bukan singkatan kan? kalau singkatan kan DTP? Tapi nanti malah disangka Dunia Tanpa Petik atau Darmo Trade Plaza. Lagipula dunia tidak pernah itu neverworld, bukan neverland - sudahlah nggak jadi disingkat) karena di dunia never (gini aja) ada…
Tunggu dulu, masak panggilannya teman Wendy, emang nggak ada namanya?
Errr… Arby aja, nanti kalau ada yang lain dinamain A&W atau apalah, males mikir.

Untung Arby sudah di dunia never, ketika ia tenggelam ia ditolong oleh mermaid. Ia diselamatkan ke pinggir pantai…
“Hei, tunggu dulu!” Peter Pan protes.
“Ini bukan Little Mermaid! Adegan Mermaid kan nanti ketika aku dikejar Hook.”
“Halah, saya harus syuting sekarang.” Mermaid ikutan protes
“Banyak cerita kejar tayang ini, Little Mermaid, Rave, Kapten Kid, Seto no Hanayome, SpongeBob…”
“…”
“Sudahlah, sudah untung ditolong.” Mermaid kembali ke dasar laut.

Arby yang tergeletak di pantai diganggu tiga anak kecil.
“Hei, apa-apaan kalian!” Peter Pan marah.
Ketiga anak itu lari.
“Uh… Dimana aku? Oh Peter Pan, kamu telah menolongku, ayo kita ke istana bawah laut.” Arby bangun dan menggigau.
PLAKK!! “Ini bukan Urashima Taro!” Peter Pan marah dan menyeret Arby ke hutan.

Di hutan Peter Pan sudah ditunggu cecunguknya, The Lost Boys.
“Lho kok Peter? Dan Arby? Bukannya kita ketemu setelah kami salah memanah? Harusnya kita kan memanah Arby karena kita mengira dia burung?”
“Terserahlah, panah sekarang aja, capek deh.” Peter Pan masuk markas.
JLEBB!! “AAAAA!!” The Lost Boys memanah Arby.
“Peter!! Kami ‘tidak sengaja’ memanah Arby!!”
“Apa?! Bawa dia masuk markas!”
‘Untungnya’ Arby selamat.

“Uhhh… Dimana aku?” Arby terbangun.
“Arby, kamu ada di markas kami.”
Arby agak kaget melihat ada peri yang menyala kuning. Ia pernah melihat yang menyala warna-warni. Model baru mungkin.
“Siapa kamu?”
“Namaku Tinker Bell, aku peri yang menjaga Peter Pan. Tapi aku jengkel deh…”
“Samsi (sama siapa)?”
“Sama Peter Pan tuh, harusnya kan aku udah muncul ketika dia menjemput Wendy. Kan gajiku jdi berkurang.”
“Edy Sud Rahmat Kartolo (maksud lo)?”
“… Hentikan cara bicaramu itu.”
“Hehehe bercanda, sekarang Peter dimana?”
“Mungkin dia di sekitar hutan, cari saja.”
Peter Pan, Arby, Lost Boys, dan Tinker Bell tidak tahu kalau ada bahaya yang mengincarnya.

Arby keluar ke hutan. Ia cukup terkejut melihat hutan itu. Ia juga baru sadar kalau selama ini ia berada di dalam pohon. Apakah ia sadar kalau selama ini ia berada dalam cerita?
Ia terkejut ketika melihat danau yang sangat indah. Danau itu dinamai mermaid lagoon karena disana hidup sekelompok mermaid.

Tapi dimana mermaidnya?
Bukannya mermaidnya sekarang syuting di cerita lain?
Kalau gitu sambil menunggu mermaid selesai syuting, bersambung saja dulu lah.

Walah kalau gitu bakalan nggak selesai! Ganti aja.
Ia terkejut ketika melihat danau yang sangat indah. Danau itu dinamai wingman lagoon karena disana hidup sekelompok wingman.
Wingman tidak hidup di air yo…
Halah yang penting selesai.
Arby ingin sekali mandi di sana. Ia pun melepas pakaiannya dan menaruhnya di semak-semak.
Karena wingman laki-laki (man) dan Arby perempuan (gitu deh) pakaiannya pun dicuri wingman (logikanya aneh).
Ketika selesai mandi, Arby kaget pakaiannya hilang.
“Waaa! Aku nggak bisa pulang! Lho, tapi bukannya disini aku bisa terbang secara otomatis?”
Arby mengira pakaiannya yang bisa membuatnya terbang (darimana ia mendapat pikiran seperti itu? Kebanyakan baca cerita anak-anak sih, mending nonton Smackdown!). Ia pun gembira karena ia bisa terbang dan kembali ke markas Lost Boys. Tapi bukannya ia harus khawatir kalau ia tidak berpakaian?!

Sesampainya di markas semuanya kaget.
“Arby! Mana pakaianmu!?” Peter kaget sekaligus… :D
“Tenang Peter, bukannya disini kita bisa terbang secara otomatis?” Arby tenang, agak bodoh mungkin.
“Argh! Bukan itu yang kumaksud. Tapi nggak papalah kalau kamu maunya gitu, buat kamu apa sih yang nggak?”
… Sudahlah, daripada rating cerita ini berubah dan jam storytelling-nya diundur ke jam 10 malam, dan mungkin bakal dicekal, mending Arby dipakaikan pakaian.
Setelah itu kehidupan di markas Lost Boys jadi menyenangkan seperti sedia kala.

Lha terus, katanya ada bahaya yang mengincar.
Oh iya, mereka nggak tahu kalau kelompok bajak laut Hook telah mengetahui persembunyian mereka.

So what?

Ya nggak papa sih. Mereka tahu aja.

Suatu hari ketika mereka main-main ke mermaid lagoon (mermaidnya telah kembali), mereka melihat anak buah bajak laut Hook menyandera anak indian bernama Tiger Lily. Mereka mengikat Lily dan meletakkannya ke pulau kecil yang akan tenggelam karena pasang naik.
“Peter, kejam sekali mereka!.”
“Biasa lah, bajak laut kan gitu.”
“Peter! Gimana sih? tolong mereka kek.”
“Tolong ini, tolong itu, kamu kira aku siapa? Superman!?”
“Maksud lo? Please deh.”
“Kamu itu gitu ya? Udah deh, mulai saat ini kita putus!”
“Apa?!”
Anak buah Hook mendengar ribut-ribut Peter dan Arby, saat itu mereka lengah dan Tiger Lily kabur.
“Wei, dasar! Gara-gara kalian anak indian itu kabur!”
“APA?! Kita ketahuan?! Lari!!”
Peter Pan dan Arby berhasil kabur, tapi mereka nggak tahu kalau bajak laut Hook udah tahu markas mereka.

Malam itu, ketika Peter Pan dkk tidur, Hook menyelinap, tapi ia kebingungan karena pohon yang ditandai X ada banyak.

Cross-over terus, capek deh.
Ah, tapi jika diperhatikan dengan seksama, tanda X selain di pohon markas Peter Pan bukan tanda X, melainkan tanda silang.
Hook kemudian menyelinap ke kamar Peter Pan dan akan memberikan racun ke obat Peter Pan.
“Hei! Mana obatnya!? Arby!!!”
Mendengar ia dipanggil, Arby terbangun.
“Apaan sih? Orang enak-enak tidur juga…”
“Mana obatnya?” [Dengan ekspresi seperti obsesi: sutradara (mana ekspresinya?)].
“Hoahm… Ya deh.”
Kemudian Arby memberikan obat untuk Peter Pan dan kembali tidur.
“Hei, jangan kembali tidur kamu!”
Hook kemudian menculik Arby.

Ketika Peter Pan terbangun, ia melihat ada obat yang dibuat oleh Arby (darimana ia tahu? Lagipula ia sakit apa?). Ia akan meminumnya, tapi keduluan Tinker Bell.
“Tinker Bell? Apa maksudmu!?”
“Hahahaha! Ini balasan dariku Peter, gara-gara kamu aku jadi jarang muncul!”
Kemudian racunnya bekerja dan Tinker Bell tergeletak.
“Tinker Bell!”
“Peter… Aku… Uhuk… Kelihatannya aku mendapat balasannya…”
“Bell! Bertahanlah!”
“Sudahlah Peter… Sebenarnya… Obat itu… Diracuni… Arby…”
“Apa?! Arby meracuni obat itu?! Dimana dia sekarang?! Kurang ajar!”
Peter Pan keluar dan marah sekali pada Arby.
“Hei Peter! Bukan! Maksud omonganku tadi obat itu diracuni, Arby diculik Hook. Peri belum selesai ngomong juga. Makanya, kalo peri ngomong tuh didengerin sampai habis, dasar!”
Tinker Bell kembali ke kamarnya main DotA.

Peter Pan dengan rasa amarah pergi menuju mermaid lagoon. Ia bertemu Hook.
“Hook, dimana Arby?!”
“Hahahaha! Sebelum kamu mau menyelamatkannya, ayo kita bertarung!”
“Menyelamatkan? Bertarung? Tau ah, ayo aja.”
Peter Pan dan Hook bertarung. Karena Peter Pan udah belajar Leonheart dari Cloud (bukannya Squall? Tau ah, pokoknya FF), Hook kalah dan ia terjatuh ke alligator lagoon (bukannya tadi mermaid lagoon?) dan harus berhadapan dengan buaya, anggap saja mati lah.

Setelah itu, Peter Pan melepaskan Arby.
“Makasih banyak Peter.”
“Udah, sekarang kamu cepat pulang!”
“Peter? Kamu kok gitu?”
“Kamu ingin membunuh aku kan? Jangan pasang tampang gitu kamu! Aku bilang pulang!”
“Apa maksudmu Peter?”
“Pulang!!!”
Suasana menjadi hening.
“Aku tahu kok Peter. Kamu udah nggak mencintai aku kan? Maaf kalau selama kita jadian aku nggak pernah membahagiakan kamu. Mungkin aku memang nggak pantas ya buat kamu?”
Arby menangis.
“Nggak papa kok Peter, aku harap kamu bisa menemukan gadis yang terbaik buat kamu. Makasih atas kebaikanmu selama ini. Selamat tinggal Peter.”

Arby menangis dan pulang. Peter Pan melihatnya dengan hati yang sedih. Beberapa hari kemudian ia diberitahu hal yang sebenarnya oleh Tinker Bell. Ia sangat menyesal dan ingin mengajak kembali Arby.
Suatu malam ia kembali ke bumi. Ia ke rumah keluarga Darling, tetapi ia tidak melihat Arby ada disana, disana hanya ada Wendy dan adik-adiknya tidur. Ia termenung sejenak dan terus melihat pagar.
“Peter? Apa kamu masih terus memikirkannya?” Tanya Tinker Bell.
“…” Peter hanya terdiam.
“Bagaimana dengan misi kita mengajak anak-anak ke dunia never?”
Wendy dan adik-adiknya terbangun. Mereka melihat Peter dan terkejut. Peter Pan kemudian mengajak Wendy dan adik-adiknya terbang ke dunia never.
“Bell.”
“Ya?”
“Aku akan terus mengajak anak-anak ke dunia never. Suatu saat mungkin aku akan bertemu Arby. Bila saat itu datang, aku akan mengajaknya tinggal di dunia never selamanya.”
“Terserah kamu lah.”

Pada malam itu terlihat sinar yang bergerak terang di malam yang gelap. Di sinilah kita mengetahuinya sebagai awal petualangan Wendy di dunia never bersama Peter Pan.
Selesai. Ending yang tidak biasa bukan? Kali ini cukup serius endingnya, sekali-kali lah :D.

1 Comment »

  1. chooir said,

    June 11, 2008 @ 7:12 am

    wuwwhaaahaaa…..aa…aaaaa.Sumpe LUCCCHHUU!!!bangettttTTTTT!!!!!

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment