Red Riding Hood [remake]

Sekali diatas waktu, ada anak perempuan yang sangat baik dan disukai oleh banyak orang di hutan (dan mengapa mereka tinggal di hutan?), karena selalu memakai baju berkerudung merah (ia tidak punya baju yang lain) ia dinamakan merah menunggangi kerudung.
.. Jelek banget translasinya..
Namakan saja gadis.. Tapi apakah dia masih gadis?
.. Anak.. Tapi jadi nggak jelas jenis kelaminnya..
.. Anak perempuan berkerudung merah.. Kok kepanjangan ya?
.. Kerudung merah.. Jadi kayak benda gitu..
.. Red Riding Hood.. Kayak sok inggris saja..
.. RRH.. Nama orang kok disingkat-singkat?
.. Red Riding Hood, dan jangan protes!

Suatu hari Red Riding Hood disuruh ibunya untuk mengantar kue dan (minuman) anggur (perlu diketahui, sebelum remake, yang dikirim adalah ganja, dan itu contoh yang tidak baik untuk pembaca SK yang sebagian besar.. Sebagian besar dari sebagian kecil masyarakat yang bisa jadi anak-anak). Kue yang dibuat RRH tersebut sangat cantik dihiasi dressing daun ganja kering 3 kg.
..
Cuma dressing kok..
Tapi kok 3 kg ya?
..
Biar cantik aja.
“Red Riding Hot, buat dan antarkan kue dan anggur ke nenekmu yang tinggal di hutan ya? Mama malas ah, takut ada serigala yang mengincar mama.”
“Namaku Red Riding Hood, ma.”
“Eh, nggak usah sok tahu kamu, kayak Red Riding Hood itu nama kamu saja.”
“.. Baiklah ma, aku akan antarkan.”

RRH pergi ke hutan tanpa mengetahui ada serigala yang mengincar kue dan anggurnya. Pada cerita asalnya serigala berniat memakan RRH dan itu contoh yang tidak baik bagi pembaca SK dan.. Bukannya serigala memang begitu?
“Itu dia RRH, aku akan makan kuenya, meskipun sebenarnya aku ingin makan orangnya, tapi apa boleh buat, daripada nggak dibayar.”
Serigala itu pergi ke rumah neneknya RRH dan mengetuk pintu.
“Nenek?”
“Siapa itu?”
“Ini cucumu, RRH?”
“Red Riding Him? Silahkan masuk.”
“Bukannya Red Riding Hood, nek?”
“Oh kalau gitu kamu salah alamat, cucuku namanya Red Riding Hare.”
“Bukannya tadi Red Riding Him?”
“.. Wah iya ya, aku lupa, aku ke rumahnya dulu aja, tanya. Kamu jaga rumah ini sebentar.”
Nenek RRH pergi dan meninggalkan serigala sendirian di sana.

Serigala itu menyamar menjadi nenek RRH dan menunggu RRH datang. 5 jam berlalu.. 10 jam.. 15 jam.. Sampai yang nulis ngantuk. Zzz.. Zzz..
RRRRRRRINGGGGG!!!! Oh, rupanya aku tertidur! Sudah sampai mana tadi? Lho kok sudah tamat!

TAMAT

Hehehe.. Cuma bercanda..
“Ting tong”, RRH mengebel rumah neneknya.
Tunggu masak bunyi belnya Ting tong! Gak keren ah!
“You have guest.. You have guest..” (nada dering polyphonic)
“Nenek, nenek, ini cucumu Red Riding Hood. Nenek pesan kue dan anggur kan?”
“Iya, taruh di meja dekat pintu saja.” (Baca dengan suara berat)
“Oh ya sudah, kalau gitu aku pulang dulu ya.. Bye bye nek..”
“Bye bye my darling..”
..
..
.
Terus ceritanya gimana?

“Hei, RRH! Kembali!!!”
“Ah, ada apa nenek?”
“Nggak sopan kamu! Masak kamu nggak nemuin nenek dulu? Ngobrol-ngobrol dulu apa gimana..”
“Tapi itu kan nggak ada dalam pesanan, nek..”
“Kamu pikir kamu itu apa? 74045? Masuk dulu gih..”
“Baiklah kalau nenek maksa.”
RRH masuk dan duduk di dekat neneknya, bukan neneknya sih, tetapi serigala yang nyamar.
“APA?! Kamu serigala?”
“Eh? Kok kamu bisa tahu yang dikatakan narator?”
“Ya iya lah (sambil menggerakkan kepala), dasar penipu!”
“Bukan, jangan percaya narator itu! Aku benar nenekmu!”
“Masak? Kalo gitu kok matamu besar?”
“Oh, ini agar bisa lihat kamu lebih jelas sayang..”
“Bohong! Nenek kan orang keturunan Tionghoa!”
“Aku juga serigala dari Tionghoa! Eh, maksudku aku benar-benar nenekmu!”
“Kalo gitu kok telingamu besar?”
“Oh, ini agar bisa mendengar suaramu lebih jelas sayang..”
“Bohong! Telinga besar kan gendangnya nggak mesti besar!”
“.. Duh, capek deh.”
“Kalo gitu ngapain mulutmu besar?”
“Oh, ini agar aku bisa lebih mudah makan kamu, eh udah direvisi, bisa makan kue kamu.”

Suasana menjadi hening.
“Nenek.. Nenek suka sama kue aku?”
“Eh, iya..”
RRH menjadi terharu dan lupa kalau sebenarnya dia adalah serigala.
“Narator pembohong! Dia nenek aku! Serigala nggak mungkin suka kue, kan?”
Itu serigala, suer!, itu dia lakukan demi dapat uang.
“Aku nggak percaya, ya kan nek?”
Dalam sekejap serigala memakan RRH yang sedang debat denganku. Eh!? Kok dimakan!?
“Ya gimana lagi, awalnya memang direvisi kalo aku mengincar kuenya, tapi adegan aku makan RRH nggak direvisi. Makanya, kalo revisinya setengah-setengah, mending nggak usah revisi sekalian!”
..

Saat itu ada pemburu yang lewat di depan rumah nenek RRH.
“Wah rumah yang bagus..”
Dan pemburu itu terus lewat begitu saja. Eh!? Hei, pemburu! Harusnya kamu nolong RRH!
“RRH itu siapa sih? Red Riding Hound? Namanya aja gua nggak tahu, gimana gua bisa nolong dia?”
Tapi beneran, kamu harus nolong RRH!
“Narator yang aneh, masak narator ngomong sama karakter di tokoh cerita? Ih, nggak banget deh.”
Pemburu itu pergi.. Kalo gini terpaksa deh, aku yang nolong RRH!

“Hei serigala, kamu apakan RRH? Jawab, kalau nggak aku panah kamu.”
“Kok narator? Harusnya kan kamu tahu RRH kuapain.”
“Aku bukan narator, aku pemburu. Nggak penting ah, serahkan RRH!”
“Udah kumakan gimana nyerahinnya?”
“.. Pertanyaan yang bagus.. Nggak kamu kunyah kan? Harusnya nggak, soalnya dia bakalan aku tolong.”
“Nggak sih..”
“Kalau gitu akan kukeluarkan dia dengan pisau bedah ini. Tubuhmu akan kubedah.”
“APA?! Kalau gitu aku bisa mati dong? NGGAK!”

“Serigala? Serigala? Kamu bisa dengar aku?”
“RRH? Kamukah itu? Ya, aku bisa dengar kamu.”
“Sudahlah, kamu tidak usah pedulikan aku..”
“Tapi..”
“Nggak papa kok, pemburu, kamu bisa dengar aku?”
“Ya RRH, ada apa?”
“Bedah saja tubuh dia, udah gerah nih!”
“APA?! Katamu tadi ‘jangan pedulikan aku’? Biasanya kan kalau gitu kamu rela mati?”
“Ya nggak lah (sambil menggerakkan kepala)!”
“Apa?”

“Hei narator, kembali ke posisimu dulu sana!”
“Eh iya.”
Ketika serigala sedang berdebat dengan RRH, pemburu membedah perutnya. Tapi kan aku jadi narator disini? Terus gimana?

..
.

Saat itu jam menunjukkan pukul 22.00 WCRRH (Waktu Cerita bagian cerita Red Riding Hood). Di ruangan itu hanya sedikit perawat yang keluar masuk ruangan. Ada yang membawa pasien, ada pula yang hanya memberikan laporan. Pada malam yang cukup sepi itu, di kursi depan ruang operasi terlihat 2 wanita yang duduk termenung. Wanita yang sudah tua itu neneknya RRH dan wanita yang cukup muda itu adalah ibu RRH. Ibu RRH sesekali menangis, tapi ia cukup tegar menghadapi kenyataan ini. Ia berharap lampu di atas ruang operasi yang bertuliskan Now Operating itu padam. Dan setelah beberapa jam kemudian, lampu itu benar-benar padam. Dokter dan beberapa asistennya keluar dari ruang operasi.
“Dokter, bagaimana kabar anak saya?!”
Dokter tersebut memandangi ibu RRH.
“Anak ibu perempuan.”
“Benarkah?!”
Dalam sekejap ibu RRH senang kemudian bergegas masuk ke ruang operasi. Disana ia melihat serigala yang telah dioperasi memangku RRH di pangkuannya.
“RRH, itu ibu kamu sudah datang.”
“Ibu RRH? IBU!!!!”
“RRH!!!!”
RRH turun dan memeluk ibunya dengan erat. Nenek RRH dan serigala memandang kejadian itu sambil sesekali meneteskan air mata. Sungguh kejadian yang mengharukan.

Mereka berempat kembali menjalani kehidupannya seperti biasa. Ibu RRH tetap menjadi ibu rumah tangga. Serigala seperti biasa, pergi kerja pada pagi hari setelah menyantap sarapan sandwich dan telur mata sapi dan tentunya setelah memberikan ciuman kepada ibu RRH, istri yang sangat dicintainya. Nenek RRH tetap tinggal di rumahnya seperti sedia kala sambil sesekali keluar untuk merawat tanaman hias yang dimilikinya. Bagaimana dengan RRH? Ia telah lulus SMU dan kuliah di jurusan informatika di ITSK (Institut Teknologi Sastra Kontemporer). Ia menjadi gadis yang disukai banyak pemuda, tapi maaf untuk semua pemuda itu, karena RRH telah memiliki seorang kekasih bernama BRF (Blue Riding Ferrari).

Cerita ini telah mengajarkan kepada kita, apa yang kamu lakukan tidak selamanya memberi hasil seperti yang kamu inginkan, tetapi percayalah kalau kamu akan mendapat hal yang jauh lebih baik. All well that ends well, forever and.. Whatever..

Leave a Comment