Sleeping Beauty
Ehem, sebelum ceritanya dimulai, mari kita lihat dulu fenomena ambigu yang sering keluar pada cerita dongeng. Kayak gini, ada yang namanya Sleeping Beauty ada juga Beauty and The Beast, bahkan ada juga yang bernama Snow Beauty.
“Hush, itu Snow White!” Kata seseorang.
Iya tah?
…
Kenapa nggak lihat ceritanya saja?
Pada sebuah kerajaan di Eropa pada masa lampau, seorang ratu akan melahirkan putri yang nantinya menjadi putri raja kerajaan tersebut.
“Sebentar, mana tahu yang dilahirkan itu putri? Mendahului takdir kamu!” Kata seseorang, yang tadi kelihatannya.
…
Ratu akan melahirkan anak yang nantinya akan mewarisi kerajaan ini.
“Kerajaan kok diwariskan? Emangnya duit?” Orang yang tadi lagi-lagi.
…
Ehem, cerita ini akan ditunda sebentar…
(Mau mengurus orang yang tadi)
“Lepaskan! Lepaskan! Aku adalah pengawas .HACK //CD (Hak ACas -agak pedal- Kekayaan //Cerita Dongeng)!”
Dan orang itu telah disingkirkan…
Maaf, jadi mari kita ulangi.
SLEEPING BEAUTY
Ehem, sebelum ceritanya dimulai…
Salah! Maksudnya diperbaiki dari awal, masak nggak ngerti?
SLEEPING BEAUTY
Pada sebuah kerajaan di Eropa pada masa lampau, seorang raja sedang menunggu kelahiran anak yang akan menjadi penerus tahta kerajaan. Kalau anaknya laki-laki akan dijadikan putra, kalau perempuan akan dijadikan putri. Setelah menunggu beberapa hari, ternyata…
Ratu keguguran…
…
Masak sih?
Eh, maksudnya ratu ke Guguran, nah di Guguran itu ada rumah sakit bersalin.
Oooh…
Tak kirain nanti ceritanya jadi SK…
…
Mari kita lanjutkan…
Ternyata anak yang lahir adalah seorang putri. Raja tersebut menamainya…
…
Namanya siapa ya?
…
Beauty saja, biar cocok.
Untuk merayakan kelahiran Beauty, raja mengundang 4 peri yang diharapkan bisa memberikan putrinya keselamatan, kecantikan, kepribadian, dan kepandaian. Karena nggak mau seperti salah satu cerita dongeng dimana suratnya ada yang nggak sampai (dongeng apa ya? Bukannya dongeng ini?) dan pingin cepat, raja mengirim lewat e-mail ke keempat peri tadi.
Kebetulan keempat peri tersebut lagi chatting…
“Eh, my friend, ye dapat undangan dari raja nggak bo?” Kata peri kepribadian.
Bagaimana kepribadian putri bila perinya kayak gini ya?
“Um, iya nih, tapi gimana ya, bekas jerawat nih…” Kata peri kecantikan.
Bekas jerawat, pakai anti-acne cleaning gel… Eh salah, bagaimana kecantikan putri bila perinya kayak gini ya?
“Sebentar, sebentar, kalian ngomongin apa? Raja? Sebentar… Aduh, apa ya itu? Nama band ya?” Kata peri kepandaian.
… Apa peri-peri ini nggak ada yang benar ya?
“No no no, lu betein banget deh peri kepandaian, raja ngundang gue and ye ye untuk kasih tuh anak raja biar bisa hidup baik di masa depan gitu loh…”
“Uhhh…” Peri kepandaian bingung… (Seperti ekspresi Patrick Star).
“Ah iya, siap-siap deh, aku mau beli kosmetik dulu. Eh, tapi peri keselamatan kemana ya? Kok belum balik-balik? Katanya mau beli minuman…”
“So what gitu loh? Kan dia bisa tahu dari emailnya. Yuk…”
“Ayo peri kepandaian, kita pulang…”
Ketiga peri tersebut meninggalkan warnet tanpa peri keselamatan.
“Lho temen-temen dimana ya?” Peri keselamatan kehilangan jejak teman-temannya.
“Aduh!” Peri kesehatan terjerembab kabel listrik, dan listriknya konslet (masak bisa gitu sih?).
“Aku baik-baik saja…”
Hari tersebut tiba, ada pesta di kerajaan tersebut. Dan saat pemberian berkah tiba.
“Lho kok cuma bertiga? Mana peri keselamatan?” Tanya raja ke peri-peri tersebut.
“Umm… Maaf, kami tidak tahu dia sedang dimana…” Kata peri kecantikan.
“Tenang aja deh bo, ye punya anak pasti masih selamat meski nggak ada dia, gue jamin deh, 100 persen!” Kata peri kepribadian.
“Uhhh…” Ekspresi Patrick dari peri kepandaian.
“Ya sudah deh, mau bagaimana lagi. Tolong berikan berkah pada putri kami.”
Ritual dimulai, ketiga peri yang ada memberikan berkah… Apa bisa disebut berkah ya?
“Hey putri raja, Beauty ya? Gue pastiin ye bakal jadi sopan kayak gue. OK deh, yuk…” Peri kepribadian memberikan berkahnya.
“Um, semoga kamu nggak jelek seperti aku ya… Betapa menderitanya hidupku…” Peri kecantikan memberikan berkah, eh permohonannya sambil meratapi nasibnya.
“Kalo aku ngapain ya? Hmmm, sebentar… Jangan diberitahu! Aku bisa berpikir sendiri… Ah ya! Es krim!” Peri kepandaian mengambil es krim dan memakannya. Raja sadar, peri seperti itu tidak bisa memberikan berkah, jadi dia tidak memberitahukannya.
Tiba-tiba dari balik jendela terdengar gemuruh. Peri keselamatan datang.
“Raja nggak tahu sopan santun! Masak aku nggak diundang sedangkan teman-temanku diundang!” Peri keselamatan marah.
“Lho, masak di e-mailmu nggak ada?” Tanya raja.
“E-mail? Mana sempat baca e-mail? Tadi aja warnetnya tiba-tiba mati. Kirim lewat pos dong!”
“Mana ada pos jaman gini? Kamu yang salah tuh…”
“Eh iya, kalau gitu, kalian! Kalian nggak ajak aku, dasar nggak setia kawan!”
“Sumpe lo? ye bukannya tadi di ICU karena habis ketabrak pesawat terbang?” Tanya peri kepribadian.
“Argh, alasan! Buktinya aku masih sehat gini.”
Kemudian keluar darah dari kepala peri keselamatan.
“Aku baik-baik saja… Eh, pokoknya nggak terima aku! Lihatlah nanti, pada saat putrimu 15 tahun dia akan tertidur selamanya karena chatting! Lihat saja! Sudah, aku mau pergi!”
Dan peri keselamatan menabrak pohon dan tersangkut.
“Aku baik-baik saja…”
Raja sangat khawatir karena kutukan peri keselamatan itu. Sayangnya, putrinya keranjingan chatting dengan nick ’sleeping beauty’. Ketika ditanya mengapa suka nick itu putri menjawab,
“Habis gua suka banget deh ama yang namanya dongeng putri tidur (sleeping beauty), andai saja aku ada di dongeng itu pasti asyik ya…”
…
Sang raja sangat khawatir dengan kegemaran putrinya itu. Kemudian raja memerintahkan hacker untuk memasang virus di tiap channel IRC. IRC? Oh, itu adalah singkatan dari Ini Rumah Chatting…
Jelek banget…
Sang putri sangat sedih karena sudah gak bisa lagi chattingan dengan cyber friend-nya yang bernick name pangeran, eh prince.
Tindakan raja ini tidak hanya merugikan putri, masyarakat, tetapi juga Bill Kates, sang pemilik Mikrosoft.
Lho, hubungannya apa?
Nggak tahu, pokoknya nama tokoh perkomputeran yang kutahu cuma Bill Kates.
…
Ternyata raja yang diketahui bernama SBY (Sungguh Bukan Yudhoyono - maaf kalau ada yang kurang berkenan) sekalian merencanakan penghematan energi. Rencananya, dengan channel penuh virus, IRC akan tutup, kemudian warnet juga tutup, banyak pengangguran dong, banyak kriminal juga nantinya, banyak perampokan dan pencurian sehingga warga kehilangan TV, kulkas, komputer, lampu, dan lainnya jadi nggak ada yang dinyalakan, atau parahnya banyak kelaparan dan kematian, sehingga nggak ada yang menyalakan sesuatu. Hmmm… Ide yang… Nggak tahu ah.
Dan dampak terus menyebar ke para peri. Peri yang lebih suka chatting daripada ngomong sama temannya sendiri (antar peri) sangat dirugikan. Kalau tidak chatting, berapa biaya yang harus dikeluarkan? Masak harus bicara? Mereka adalah para peri tidak mampu, bicara terlalu mahal buat mereka.
“Heeeeey peri keselamatan, hentikan kutukan ye! Gua nggak bisa chatting lagi dong ah! Gimana sih ye?” Peri kepribadian marah.
“Hiks, sudah hampir 15 tahun aku nggak chattingan…” Ratap peri kecantikan.
“Iya, atau kau ku… Sebentar… Uhhh…” Seperti biasa…
“Sori saja ya, aku sangat sakit hati saat itu!” Peri keselamatan cuek.
“Hm, begitukah?”
“Iya! Periksa saja di UGD RS Peri Harapan! Sekali nggak tetap nggak!” Peri keselamatan ngacir pergi meninggalkan teman-temannya. Duak! “Aduh! Aku baik-baik saja…” Kali ini terbentur tiang listrik.
Hari ini si putri, si putri sinden panggung…
…
Jangan ganggu ceritanya dong!
Lha dari tadi putriiii terus, dia kan punya nama!
Dan saat ini sangat mendebarkan bagi kerajaan. Kurang 10 menit lagi Beauty genap berusia 15 tahun.
“Huh, aku kan sudah dewasa! Aku tahu mana yang baik dan mana yang buruk! Dan yang baik adalah chattingan!”
Beauty mencari warnet yang buka, tetapi nihil… Masih buka.
…
Maksudnya warnet Nihil masih buka.
Oooh…
Tak kirain nanti ceritanya jadi SK…
…
Mari kita lanjutkan…
Warnet Nihil ternyata nekat buka karena sekarang para wali murid berbondong-bondong melihat pengumuman PSB SMPN dan SMAN di internet.
Tidak menghiraukan keadaan sekitarnya yang hiruk-pikuk, Beauty chattingan.
Tak sengaja peri keselamatan lewat warnet, dia melihat ada putri Beauty.
“Argh! Dasar! Sudah tak kutuk kok masih bandel chattingan! Mana sekarang warnetnya penuh lagi!” Peri keselamatan geram.
Dia mendatangi Beauty dengan muka yang seram, tetapi seperti biasa, dia menabrak sesuatu. Kali ini parah, karena dia menabrak tembok berduri yang ada di depan warnet (apa maksudnya memasang tembok berduri di warnet ya?).
“Aku baik-ba…” Peri keselamatan pingsan kehabisan darah.
Beauty yang melihat ada suara orang nabrak segera keluar.
“AAAAAHHHH! Ada orang tertancap di tembok!” Dia menjerit histeris.
Karena tak tahan melihat darah bercucuran dia pingsan. Tapi tunggu dulu, nunggu 10 menit dari saat yang tadi.
…
Sudah? Masih belum?
…
(baca baris ini setelah 10 menit)
Tepat 15 tahun usia Beauty, dia pingsan di depan warnet. Kelihatannya shock berat, sampai 1 minggu masih belum sadar.
“Ini pasti kutukan itu!” Raja marah dan sedikit sedih. Tetapi ia tidak putus asa, ia memanggilkan beberapa ahli membangunkan orang. Mulai dari dukun, dokter, sampai diberi bau gas nuklir.
…
HEY! Jangan! Nanti Beauty cacat!
Sampai akhirnya raja diberitahu oleh peri teman-temannya peri keselamatan, untuk membangunkan Beauty, ia harus dicium oleh seseorang yang akhirnya menjadi cinta sejatinya.
Raja mengadakan sayembara, bagi seseorang yang bisa membangunkan putri Beauty dengan ciuman, dia akan dijadikan pangeran dan dinikahkan dengan putri Beauty. Pikir para lelaki ini adalah suatu sayembara menarik yang harusnya diadakan setiap hari. Hmmm, setuju.
Ratusan lelaki mencium putri Beauty tetapi Beauty nggak bangun-bangun. Raja hampir putus asa. Tetapi tiba-tiba ada seseorang yang mengendarai sepeda putih dan berjubah hitam. Jubah itu sampai menutup kepalanya (jas hujan mungkin ya?). Raja berpikir mungkin ini adalah harapan terakhirnya, dan ia mempersilahkan seseorang itu mencium putri.
Tiba-tiba putri membuka matanya. Raja sangat girang, disambut oleh semua karyawan kerajaan. Putri Beauty telah bangun.
“Siapakah kamu? Apakah kamu yang menyelamatkanku?” Tanya putri Beauty.
“Benar putri Beauty.” Jawabnya.
“Terima kasih anak muda, siapakah sebenarnya namamu?” Tanya raja.
“Charlie.”
“Ooo Charlie… Kok suaranya kayak perempuan?”
“Emang.”
Dia membuka jubahnya, dan ia adalah perempuan.
“Charlie!?” Putri Beauty terkejut.
“Ya, Beauty.”
“Kamu yang menyelamatkan aku!? Oh ya, pa! Kenalin, ini Charlie, ini pacar aku.” Kata putri Beauty kepada raja.
Raja tercengang dan nggak bergerak sama sekali.
“Udah ya pa, aku mau kencan dulu! Bye!”
Putri Beauty dan Charlie bergandengan tangan dan menaiki sepeda putih milik Charlie, kemudian pergi.
Raja masih tercengang… Dan akhirnya… Pingsan
…
Siapa yang mau mencium raja ya?